voice dapat didengarkan kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu membuka layar smartphone (direkomendasikan pakai headset)

IKAN WADER

(Rasbora Jacobsoni)

Ikan Wader (Rasbora Jacobsoni) adalah peruntukan bagi ikan-ikan kecil yang hidup di perairan umum. Ikan ini memiliki ukuran rata-rata berkisar 100-170 mm. Di indonesia, persebaran ikan wader cukup dengan luas dari Kalimantan, Sumatera, Bali, Jawa, hingga Perairan Lombok.
Nama lokal lain untuk ikan ini adalah ikan Parai atau ikan siliwang, di Indonesia telah teridentifikasi enam Spesies ikan Wader dengan genus rasbora salah satunya adalah ikan Wader pari Trans.
BBPBAT Sukabumi telah melakukan pembenihan dan pembesaran ikan Wader secara massal dan telah dilakukan beberapa kali kegiatan restocking untuk meningkatkan stok di perairan umum.

KEUNGGULAN
• Rasanya yang gurih
• Nilai gizinya yang tinggi terutama protein kalsium dan zat besi
• Kemudahannya untuk dikembangbiakkan

SISTEMATIKA

Filum: Chordata
Kelas: Pisces
Ordo: Cypriniformes
Subordo: Ostariophysi
Famili: Prinidae
Genus: Rasbora
Spesies: Rasbora Jacobsoni

Induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah karena morfologinya yang berbeda, yaitu:
• Induk Betina: cenderung lebih besar dan gemuk
• Induk Jantan: lebih kecil dan ramping serta mengeluarkan cairan putih apabila dilakukan pengurutan dari arah perut ke lubang urogenital

PEMBENIHAN

1. Pemijahan
• Pemijahan ikan Wader bisa dilakukan di bak beton atau bak terpal.
• Bisa juga di akuarium atau pada kontainer plastik.
• Pemijahan untuk ikan wader dilakukan secara alami hanya dengan memberikan perlakuan manipulasi lingkungan jadi tidak perlu melakukan pemberian hormon atau penyuntikkan
• Induk betina dipilih yang sedang mengandung telur dan digabungkan antara induk jantan dan induk betina dengan perbandingan 1 ekor induk betina dan 2 ekor induk jantan yang ditempatkan di wadah pemijahan yang telah disiapkan.
• Umumnya induk akan memijah pada malam hari.

2. Penetasan Telur
• Pada pagi hari telur bisa dipanen dan dimasukkan ke wadah penetasan telur.
• Penetasan telur bisa dilakukan di corong penetasan atau di akuarium/bak
• Telur akan menetas menjadi larva setelah lebih dari 30 jam diovulasikan.
• Induk betina yang memiliki ukuran di atas 10 cm akan mengeluarkan telur sebanyak kurang lebih 5000 butir per induk dengan derajat penetasan berkisar antara 75-80%.
• Pada saat menetas Larva Wader memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu hanya 0,25 cm.
• Pada hari ke 3, larva sudah mulai bisa berenang dan sudah siap panen. Kemudian akan dihitung jumlahnya dengan cara sampling, kemudian dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva.

3. Pendederan
Pada proses pendederan ini dilakukan dalam 3 tahapan.
Pendederan I
• Bak pendederan diisi air setinggi 40 cm setelah dibersihkan
• Masukkan beberapa helai daun pisang kering kurang lebih 5 lembar
• Dibiarkan tergenang tanpa aerasi selama minimal 3 hari dalam rangka menumbuhkan infusoria.
• Larva ditebar di bak pendederan yang telah tersedia pakan alaminya dengan kepadatan tebar Larva antara 3000-5000 ekor/m², selama satu minggu.
• Pemeliharaan larva hanya memakan pakan alami berupa infusoria
• Air dinaikkan ke level 80 cm dan air aerasI dinyalakan dengan level kecil dan mulai diberi pakan kutu air (moina atau daphnia) serta pakan buatan yang berbentuk tepung.
• Pendederan ikan Wader dilakukan selama satu bulan dan ikan akan mencapai ukuran antara 1 - 2 cm
• Setelah itu, Ikan dipanen dan dipindahkan ke tempat pendederan ke 2 atau kolam pembesaran.
• Pada umumnya kelangsungan hidup Ikan Wader di kolam terkontrol pada pendederan pertama ini bisa mencapai Lebih dari 95%.
Pendederan II
• Dilakukan di kolam dengan kepadatan antara 100-200 ekor/m².
• Kolam dikeringkan lalu diisi air dan ditumbuhkan pakan alami dengan menggunakan pupuk kompos, setelah satu minggu baru dilakukan penebaran benih ikan Wader.
• Pakan buatan diberikan dengan frekuensi 2 kali sehari yang berbentuk tepung dan crebel
• Benih ikan Wader dari ukuran 1-2 cm selama 75 hari pemeliharaan akan mencapai ukuran 4-5 cm dan ukuran ini sudah menunjukkan tingkat pembentukan gonad
• Pada ukuran ini bisa di restocking ke perairan umum atau dibesarkan menjadi ukuran induk hingga ukuran mencapai lebih dari 7 cm.
Pendederan III
untuk pendederan ke 3 ini, sama seperti pendederan sebelumya. Namun, yang berbeda adalah pemberian pakan.
• Diberikan pakan komersil yang ukurannya lebih besar, yaitu 1-2 cm.